Va' Dove Ti Porta Il Cuore
"Pergilah Ke mana Hati Membawamu..."

“Jika kamu bertanya bagaimana hal-hal semacam itu dapat terjadi,
carilah jawabnya dengan rahmat Tuhan, bukan dengan ajaran;
dengan kerinduan hati, bukan dengan pengetahuan;
dengan keluh-kesah doa, bukan dengan penyelidikan.”
~ St. Bonaventura ~


Sabtu, 26 November 2011

“Menjadi Gereja yang Signifikan dan Relevan dengan Menghadirkan Kerajaan Allah di dalam Masyarakat”


“Menjadi Gereja yang Signifikan dan Relevan dengan 
Menghadirkan Kerajaan Allah di dalam Masyarakat”
Karya : Albertus Agung Ari Gunawan Santoso
Paroki Santo Antonius Purbayan Solo
(dikirimkan dalam rangka Lomba Menulis Essai KOMSOS Kevikepan Surakarta)


Mgr. Johannes Pujasumarta, Uskup Keuskupan Agung Semarang yang sebelumnya menjadi Uskup Keuskupan Bandung seusai meresmikan Gedung Pastoran Sanjaya Muntilan pada Minggu, 9 Januari 2011 menetapkan nota pastoral tentang Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang tahun 2011-2015 dengan tema “Gereja yang Signifikan dan Relevan”. Beliau berharap dengan nota pastoral tersebut umat Keuskupan Agung Semarang akan terus berkembang dan maju dengan pesat. Gereja yang signifikan dan relevan menjadi fokus utama Keuskupan Agung Semarang (KAS) di dalam Arah Dasar Umat Allah Keuskupan Agung Semarang (ARDAS KAS) 2011-2015. Di dalam ARDAS KAS 2011-2015 ada empat pilar utama yang ingin dicapai oleh umat di KAS, yaitu pengembangan iman umat Allah yang semakin mendalam dan tangguh, peningkatan peran umat di dalam berbagai bidang, pemberdayaan kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD), dan pelestarian keutuhan ciptaan Tuhan.

Karya pastoral yang dikembangkan di KAS menggunakan metodologi, metode dinamika pastoral. Melalui metode tersebut dihasilkan ARDAS KAS 2011-2015 “Umat Allah Keuskupan Agung Semarang sebagai persekutuan paguyuban-paguyuban murid-murid Yesus Kristus, dalam bimbingan Roh Kudus, berupaya menghadirkan Kerajaan Allah sehingga semakin signifikan dan relevan bagi warganya dan masyarakat”.1 Menurut Romo Aloys Budi Purnomo, Pr2 (Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KAS) mengatakan bahwa gereja mau menjadi tanda dan sarana keselamatan Allah, berkomitmen mau turut bertanggungjawab terhadap situasi yang melingkupi hidupnya dan menopang keberlangsungan dunia yang tergoncang oleh berbagai macam perkara. Hal ini sesuai di dalam Injil Matius 5:13-16 “Kamu adalah terang dan garam dunia”. Menjadi terang dan garam dunia berarti gereja diharapkan menjadi sesuatu yang bisa berguna dan bermanfaat serta memberi warna bagi lingkungan sekitarnya yang menjadi tanda dan sarana kehadiran Allah.

Gereja yang signifikan dan relevan adalah gereja yang semakin bernilai (signifikan) dan bermakna (relevan) dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat. Gereja dapat diterima kehadirannya baik dalam kehidupan menggereja maupun bermasyarakat. Gereja harus menyapa semua orang untuk menyinari misteri manusia, dan untuk berkejasama dalam menemukan pemecahan soal-soal yang paling penting pada zaman sekarang (Gaudium et spes 10)3.

Umat KAS diharapkan semakin menggereja dan semakin memasyarakat. Semakin menggereja berarti umat diharapkan semakin banyak terlibat di dalam kehidupan beriman sehingga iman mereka akan semakin mendalam dan tangguh. Banyak kegiatan yang diadakan di setiap paroki untuk meningkatkan dan memperdalam iman umat menjadi semakin mendalam dan tangguh, karena dalam pilar pertama ARDAS KAS 2011-2015 mengajak Gereja untuk mengembangkan iman umat kepada Allah agar semakin mendalam dan tangguh. Kegiatan-kegiatan  tersebut antara lain, adanya sarasehan Kitab Suci, pendalaman Alkitab di wilayah/lingkungan, ibadat/misa bulanan di wilayah/lingkungan, persekutuan doa karismatik, dll. Ekaristi juga menjadi hal yang penting dan terutama di dalam kehidupan menggereja karena merupakan puncak syukur hidup orang beriman. Tahun 2012 yang akan datang, Keuskupan Agung Semarang akan mengadakan Kongres Ekaristi Keuskupan (KEK) II di Ganjuran pada Juni 2012 dengan tema “Tinggal dalam Kristus dan Berbuah” (Yoh 15: 1 – 17). Menurut Romo Yohanes Ari Purnomo, Pr4 (Ketua Komisi Liturgi Kevikepan Surakarta) menjelaskan tujuan KEK II yaitu merefleksikan semangat dan sikap berbagi yang telah digali dan dikembangkan pada KEK I, memperdalam hubungan kita dengan Kristus dan siap diutus menjadi bagian dalam gereja yang signifikan dan relevan, mengajak umat untuk hidup berakar pada Kristus, sehingga kita bersatu dengan-Nya dan dengan demikian memiliki kedalaman hidup, serta menghasilkan buah yang berlimpah, dan umat semakin tekun mengikuti Perayaan Ekaristi, Adorasi, dan doa-doa yang lain.

Pilar kedua, peningkatan peran umat KAS di berbagai bidang kehidupan bermasyarakat. Peningkatan peran umat sangat penting dalam memberikan pelayanan baik di gereja maupun masyarakat. Peran umat sangat dibutuhkan agar umat dapat menjadi “terang dan garam dunia”. Umat diharapkan dapat memberikan warna tersendiri di tengah keberagaman warna yang ada di dalam masyarakat. Pendampingan terhadap umat perlu dilakukan untuk mengoptimalkan peran umat secara berkesinambungan dan terpadu di dalam mewujudkan iman di tengah masyarakat.

Pilar ketiga adalah pemberdayaan kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel  (KLMTD). Gereja mengajak kita untuk ikut terlibat berbagi berkat, peduli, dan memberikan perhatian lebih terhadap kaum KLMTD. Pemberdayaan kaum KLMTD bertujuan agar gereja menyapa semua kalangan tidak hanya kaum berada saja tetapi kaum KLMTD yang seharusnya mendapatkan sapaan lebih dari gereja. Baru saja kita memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-XXXI pada 15-16 Oktober 2011 yang lalu. Tema Hari Pangan Sedunia Konferensi Waligereja Indonesia tahun ini adalah “Kamu Harus Memberi Mereka Makan” (bdk. Matius 14:16). Tema ini dipilih karena menyesuaikan dengan ARDAS KAS 2011-2015 yaitu memberdayakan kaum KLMTD. Melalui pangan, kita dapat mewujudkan semangat bersyukur, berkumpul, dan berbagi berkat kepada mereka yang kelaparan dan kekurangan.

Selain itu sub tema peringatan HPS tahun ini “Memelihara Keutuhan Ciptaan Melalui Pelestarian Alam Menuju Kemandirian Pangan” yang juga sesuai dengan pilar keempat yang ingin dicapai oleh umat Allah di KAS yaitu pelestarian keutuhan ciptaan Tuhan. Dalam Surat Gembala KAS dalam HPS 2011, Mgr. Pujasumarta mengatakan bahwa masih banyak sawah-sawah di daerah Yogyakarta dan Surakarta yang kering yang menyebabkan gagalnya panen. Melihat situasi seperti itu beliau mengajak semua pihak untuk mewujudkan semangat gotong royong di dalam melestarikan keutuhan ciptaan Tuhan dengan mengolahnya dengan cerdas dan bertanggungjawab.

Mgr. Johannes Pujasumarta5 menghimbau agar hidup para aktivis dan umat di KAS semakin ekaristis “karena setiap orang yang semakin ekaristis, akan semakin bisa ‘menggarami dan menerangi’ dunia. Beliau juga mengajak kita untuk semakin “Duc in Altum!” dengan berbuat lebih banyak lagi, menebarkan jala ke tempat yang lebih dalam agar mendapatkan hasil yang lebih baik dan membawa ‘terang’ Kristus di tengah masyarakat. Menjadi gereja yang signifikan dan relevan dalam zaman sekarang dibutuhkan usaha  dari kita sebagai umat. Umat harus ikut terlibat dan mengembangkan habitus baru berdasarkan semangat Injil dengan beriman mendalam dan tangguh serta ambil bagian mewujudkan kesejateraan umum.

                                                        
______________________
1 Mgr. Johannes Pujasumarta, “Synergia Melaksanakan Karya Pastoral Untuk Membangun Gereja yang Hidup”, dalam http://pujasumarta.multiply.com/journal/item/385
2  Rm.Aloys Budi Purnomo,Pr, “Menjadi Gereja yang Signifikan dan Relevan bagi Dunia” dalam www.gki.or.id/betasgki/file_links/view.php?doctype=V&id=1
3 Ibid
4 Dalam pertemuan Tim Liturgi dan para Prodiakon Paroki se-Kevikepan Surakarta pada Minggu,30 Oktober 2011 di SMP Pangudi Luhur Bintang Laut Surakarta
5Mgr.Johannes Pujasumarta, dalam Sarasehan Aktivis Katolik di Ambarawa 22-23 Januari 2011 dalam http://penaindonesia.net/awam-perlu-pendampingan-agar-tak-kehilangan-nilai-saat-berjuang/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar